Berita NasionalKriminalOlahragaOtomotifpendidikPendidikanPolitik

DUA PLAFON SEKOLAH DASAR DI TAKALAR AMBRUK DI HARI YANG SAMA, DIDUGA AKIBAT PEKERJAAN ASAL-ASALAN

8
Kejadian kemarin pagi tgl 18/03 di SD Negeri 108 Inpres Tonasa sekitar jam 10.00 🙏

Cakar Elang.id ~ Takalar — Insiden membahayakan terjadi di SDN 108 Tonasa Hampir memakan korban seorang lelaki yang masih honorer tertimpa runtuhan plafon diruangan kepala sekolah yang sedang berada di ruangan bersama dua teman perempuan dan kepala sekolah dan hanya pria yang tertimpa plafon di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Dua Sekolah Dasar Negeri, masing-masing SD Inpres 30  Paddinging dan SDN 108 Tonasa, mengalami runtuhnya plafon bangunan pada hari yang sama. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan guru dan siswa. Kepsek yang di hubungi melalui telepon genggamnya mengatakan bahwa kontraktor yang kerjakan siap bertanggungjawab dan insyaallah dalam waktu dekat akan di kerja kembali ucap kepsek SDN 108 saat dihubungi oleh tim media Cakar Elang.id.

Plafon SDN 108 Tonasa runtuh

Beruntung, saat kejadian para murid tidak berada tepat di bawah reruntuhan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kejadian ini jelas memperlihatkan adanya kelalaian serius dalam pembangunan fasilitas pendidikan yang seharusnya aman dan layak.

Plafon SDN 30 paddinging pun runtuh

Dugaan kuat mengarah pada kualitas pengerjaan proyek yang tidak becus. Masyarakat menduga kontraktor maupun pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan kedua gedung sekolah tersebut bekerja asal-asalan tanpa mengindahkan standar teknis (bistek) yang berlaku.

Padahal, anggaran untuk pembangunan fasilitas pendidikan ini berasal dari dana rakyat yang seharusnya dikelola dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Kejadian ini memicu kemarahan warga dan orang tua murid. Mereka mempertanyakan pengawasan dari dinas terkait, yang dianggap lemah dan tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. “Kami titip anak-anak kami untuk belajar, bukan untuk mempertaruhkan nyawa di ruang kelas yang rapuh,” ujar salah satu orang tua murid dengan nada geram.

Warga mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan, mengusut tuntas proyek pembangunan yang terindikasi bermasalah ini. Tidak hanya merusak kepercayaan publik, peristiwa ini mencerminkan adanya dugaan praktik kecurangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur pendidikan di Takalar.

Jika benar terjadi pelanggaran spesifikasi teknis, maka tindakan tegas harus segera diambil. Proyek-proyek seperti ini tidak boleh lagi dipegang oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi tanpa peduli keselamatan anak-anak.

Masyarakat Takalar menuntut transparansi dan akuntabilitas atas peristiwa ini. Mereka berharap ada pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek pembangunan sekolah-sekolah lainnya, agar insiden serupa tidak kembali terulang. Keamanan dan keselamatan siswa di lingkungan sekolah adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar. 

Sampai berita di tayangkan belum ada konfirmasi langsung dari kedua pihak pihak sekolah yg mengalami runtuhnya plafon sekolah dan kami redaksi cakar elang memberi ruang klarifikasi tentang berita ini yang ditayang media, PPK Disdik Takalar Harus bertanggung jawab atas insiden ini.

www.cakarelang.id

Sumber berita : Cakar Elang id

Penulis              : Arsyad sijaya