Berita Nasional, Politik, Pendidikan, Olah Raga,BUMNKriminalOlahragaOtomotif

Miris! Jembatan Tani Tangkia  Dusun Katinting Diblokir Warga, Hanya Pemilik Tanah yang Bisa Lewat

43

Doc

Cakar Elang.id ~ Gowa — Ironi terjadi di sebuah kawasan pertanian di Tangkia dusun Katinting , di mana jembatan tani yang seharusnya menjadi akses bersama, kini tak bisa dilewati warga. Jembatan tersebut diblokir oleh (DS) salah satu warga yang mengklaim bahwa tanah di bawah jembatan merupakan miliknya. Akibat tindakan sepihak tersebut, para petani dan warga sekitar tidak dapat melintasi jembatan, bahkan ada kendaraan pertanian jenis combine harvester yang sempat ditahan usai panen.

Jembatan Tani Katinting

Menurut pengakuan warga setempat, pemilik lahan  bersikeras bahwa hanya dirinya yang berhak melewati jembatan tersebut. “Dia bilang karena itu tanahnya, jadi cuma dia yang boleh lewat. Kami semua tidak bisa lewat, bahkan pasca panen mobil combain ditahan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Kondisi ini jelas membuat aktivitas pertanian lumpuh dan menyulitkan mobilisasi hasil tani.

Jembatan tersebut sebelumnya dibangun untuk menunjang akses para petani dari dan menuju lahan persawahan mereka. Namun kini, fungsinya menjadi sia-sia karena tindakan egois satu orang. Hal ini mengundang kekecewaan besar, terutama bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil panen dan transportasi lancar.

Warga berharap pemerintah desa segera turun tangan untuk menyelesaikan polemik ini. “Kami tidak bisa terus begini, panen jadi terhambat, hasil tani tidak bisa diangkut. Kami mohon kepala desa atau camat dan pihak polres Gowa bisa memediasi agar jembatan ini bisa kembali digunakan bersama,” ucap salah satu tokoh masyarakat.

Kondisi ini menjadi potret buram tentang lemahnya pengawasan dan mediasi atas fasilitas publik yang berdiri di atas tanah individu. Perlu kehadiran pemerintah untuk menengahi dan memberikan solusi adil bagi semua pihak, agar tidak ada lagi hak bersama yang disandera oleh kepentingan pribadi. (Arsyad Sijaya)