Berita Nasional, Politik, Pendidikan, Olah Raga,BUMNInternasionalKa-Polri, Humas PolriKemendagriMenkumham

Pisah Sambut Kalapas Takalar, Tangis Haru Iringi Kepergian Andi Mansur ke Tempat Tugas Barunya

4
Doc.

Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar dalam momen pisah sambut kepala lapas, ketika Andi Mansur yang selama ini memimpin dengan penuh dedikasi resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada pejabat yang baru. Isak tangis tak terbendung, baik dari jajaran sipir maupun warga binaan, menggambarkan betapa mendalam kesan yang ditinggalkan sosok pemimpin tersebut selama masa jabatannya.

Mansur bukan saja pemimpin tapi sosok ayah bagi warga binaan

Di bawah kepemimpinan Andi Mansur, wajah Lapas Takalar mengalami perubahan yang signifikan. Lingkungan yang dulunya terkesan kaku dan suram, kini bertransformasi menjadi lebih elegan, bersih, asri, dan indah. Tidak hanya secara fisik, pembenahan juga dilakukan pada sisi pembinaan, menjadikan lapas sebagai tempat yang lebih manusiawi bagi para warga binaan.

Para sipir yang selama ini bekerja berdampingan dengan Andi Mansur bersama KPLP, Heince mengaku kehilangan sosok pemimpin yang tidak hanya tegas, tetapi juga penuh empati. Ia dikenal dekat dengan seluruh jajaran, serta mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan. Tak heran, perpisahan ini meninggalkan kesedihan mendalam di hati para petugas.

Lebih mengharukan lagi, para warga binaan pun tak kuasa menahan tangis saat melepas kepergian beliau. Bagi mereka, Andi Mansur bukan sekadar kepala lapas, melainkan sosok orang tua yang membimbing dengan penuh kesabaran. Melalui program bimbingan rohani dan pembelajaran sederhana, para napi dibekali nilai-nilai kehidupan sebagai persiapan untuk kembali ke tengah masyarakat.

Dalam pesan terakhirnya, Andi Mansur mengingatkan agar setiap pembelajaran dan nasihat yang diterima selama berada di dalam lapas tidak hanya dijalankan saat menjadi warga binaan, tetapi juga diterapkan ketika mereka kembali menghirup udara bebas. Pesan itu menjadi penutup yang penuh makna, sekaligus harapan agar setiap individu dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. Tutupnya. 

Editor : Arsyad Sijaya