
Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Duka mendalam menyelimuti warga Desa Pa’rappunganta, Polut, Kabupaten Takalar, setelah dua bocah ditemukan tak bernyawa di galian septic tank proyek Sekolah Rakyat, sekitar pukul 23.00 WITA. Peristiwa memilukan itu sontak mengundang tangis histeris keluarga dan warga sekitar yang sejak magrib melakukan pencarian terhadap kedua anak tersebut. Suasana malam yang awalnya dipenuhi harapan berubah menjadi lautan kesedihan saat jasad keduanya ditemukan di dalam galian proyek.
Menurut keterangan warga, kedua bocah itu diketahui belum pulang ke rumah sejak waktu magrib. Orang tua dan warga sekitar kemudian berupaya mencari ke berbagai tempat, mulai dari area pemukiman hingga lokasi proyek pembangunan sekolah rakyat yang berada tidak jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka. Namun nahas, pencarian panjang itu berakhir tragis ketika keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam galian septic tank yang disebut-sebut minim tanda pengaman maupun pembatas di sekitar lokasi proyek.
Kejadian ini memunculkan sorotan tajam dari masyarakat terhadap lemahnya standar keselamatan kerja di area proyek pembangunan. Warga menilai galian dengan kedalaman tertentu semestinya dilengkapi pagar pengaman, penerangan, hingga tanda peringatan yang jelas agar tidak membahayakan masyarakat, terlebih anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi. Minimnya pengamanan proyek dinilai menjadi faktor yang patut dievaluasi serius agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Tangis kedua orang tua korban pecah saat jasad anak mereka berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Kesedihan mendalam terlihat dari keluarga yang tak menyangka anak yang sejak sore dicari dengan penuh harap justru ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Warga yang menyaksikan peristiwa itu pun ikut larut dalam duka, menyebut tragedi tersebut sebagai luka kemanusiaan yang begitu menyayat hati bagi masyarakat Desa Pa’rappunganta.
Peristiwa tragis ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait, khususnya pelaksana proyek pembangunan agar lebih mengutamakan keselamatan lingkungan sekitar. Masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek yang dinilai berpotensi membahayakan warga. Sebab di balik pembangunan yang sedang berjalan, ada nyawa yang harus dijaga, dan ada duka mendalam yang kini harus ditanggung dua keluarga yang kehilangan buah hati mereka untuk selamanya. ®
Editor : Arsyad Sijaya