
Cakar Elang.id Makassar ~ Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi waktu yang penuh makna bagi umat Islam untuk merefleksikan nilai-nilai pengorbanan, kepedulian, dan keikhlasan. Mantan Anggota DPRD Provinsi, Faharuddin Rangga, mengajak masyarakat untuk memaknai ibadah kurban tidak hanya sebagai kegiatan penyembelihan hewan semata, tetapi sebagai bentuk pengabdian dan ketundukan kepada Allah SWT.
Menurut Faharuddin Rangga, esensi kurban tidak terletak pada besar atau kecilnya hewan yang dikurbankan. Ia menegaskan bahwa yang paling bernilai di sisi Tuhan adalah ketulusan hati dan keikhlasan seseorang dalam menjalankan perintah-Nya. Nilai spiritual inilah yang harus menjadi landasan utama dalam setiap ibadah kurban yang dilakukan.
“Jangan melihat apa yang menjadi hewan kurban, apakah besar atau kecil, mahal atau sederhana. Yang sakral dan bernilai adalah ketulusan serta keikhlasan dalam berkurban. Itulah yang menjadi ukuran utama dalam ibadah ini,” ungkap Faharuddin Rangga dalam pesan Idul Adha 1447 H yang disampaikannya kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk memperkuat rasa solidaritas sosial. Melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial dinilai menjadi bagian penting dari hikmah kurban yang harus terus dijaga.
Menutup pesannya, Faharuddin Rangga berharap Hari Raya Idul Adha 1447 H dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan bermasyarakat. Dengan ketulusan dan keikhlasan yang terpatri dalam hati, ia meyakini bahwa ibadah kurban akan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. ®
Editor : Arsyad Sijaya