Berita Nasional, Politik, Pendidikan, Olah Raga,BUMNInternasionalKa-Polri, Humas PolriKemendagriKemenkesKemenkeuKemenkumhamKementanKementerian Agama

Lebaran Idul Adha Berlalu Tanpa Pelukan Keluarga, Orang Tua Santriwati Nurul Asafa Kecewa dengan Kebijakan Pondok Putri

10
Doc.

Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Momen Hari Raya Iduladha selalu menjadi waktu yang dinanti-nantikan oleh umat Islam. Selain sebagai momentum ibadah dan pengorbanan, Iduladha juga identik dengan kebersamaan keluarga, saling mengunjungi kerabat, serta mempererat tali silaturahmi yang mungkin renggang karena kesibukan sehari-hari. Suasana hangat berkumpul bersama orang tua, saudara, dan keluarga besar menjadi kebahagiaan tersendiri yang sulit tergantikan.

Namun suasana berbeda justru dirasakan sebagian santriwati di Pondok Pesantren Nurul Asafa. Pada perayaan Iduladha tahun ini, para santriwati disebut tidak mendapatkan izin untuk pulang ke rumah, meskipun hanya untuk sehari bertemu keluarga. Kebijakan tersebut memunculkan rasa sedih di kalangan orang tua yang telah berharap dapat merayakan hari besar keagamaan bersama anak-anak mereka.

Kekecewaan para wali santri dan santriwati semakin terasa karena kebijakan tersebut dinilai berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut sejumlah orang tua, pada perayaan Iduladha di masa lalu para santri masih diberikan kesempatan untuk pulang dan bersilaturahmi dengan keluarga dalam waktu yang terbatas. Karena itu, keputusan yang diterapkan tahun ini dianggap sebagai perubahan yang cukup mengejutkan dan sulit dipahami oleh sebagian wali santri. Ini ada apa manajemen baru.

Beberapa orang tua mengaku menghormati seluruh aturan yang diterapkan oleh pihak pondok demi menjaga kedisiplinan dan proses pendidikan para santri. Namun di sisi lain, mereka berharap pengelola pondok, khususnya penanggung jawab santriwati, dapat mempertimbangkan aspek psikologis dan emosional para santri putri yang juga merindukan kebersamaan dengan keluarga pada hari raya. 

Apalagi Iduladha merupakan momentum yang memiliki nilai kekeluargaan yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini pun menjadi bahan perbincangan di kalangan wali santri yang berharap manajemen Pondok Pesantren Nurul Asafa, khususnya pengelolaan pondok putri, dapat membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan terkait kebijakan tersebut. 

Mereka berharap ke depan dapat ditemukan solusi yang bijaksana sehingga nilai kedisiplinan pesantren tetap terjaga, namun hak para santri untuk merasakan hangatnya silaturahmi keluarga pada hari raya juga dapat diperhatikan. Manajemen juga harus paham dengan momen seperti ini, agar masyarakat dan para wali santri tidak berpikir negatif terkait kebijakan baru, perlu disampaikan kepada manajemen banyaknya kejadian yang menyimpan di pondok pasantren yang sedang viral di medsos dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh manajemen, ®

Editor : Arsyad Sijaya