
Cakar Elang.id ~ Takalar, 2024 – Sebuah skandal mengejutkan mengguncang dunia pendidikan Kabupaten Takalar. Seorang pejabat berinisial “Mister X” diduga melakukan persekongkolan jahat dengan K3S meminta menyetor setiap pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 10% dari total alokasi per sekolah, baik di tingkat SD maupun SMP. Dugaan tersebut mencuat berdasarkan pernyataan resmi sejumlah sumber melalui rekaman telepon seluler yang kini menjadi bukti kuat dalam penyelidikan.
Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, bukan pemotongan tapi ini dilakukan secara sistematis. Setelah pencairan Setiap kepala sekolah diwajibkan menyerahkan “setoran” sesuai jumlah murid yang tercatat. “Kami diminta menyerahkan 10% dari total dana BOS. Kalau tidak, ada ancaman program sekolah bisa dipersulit,” ujar salah satu kepala sekolah dalam rekaman yang didapatkan. 17/12/2024
Praktik ini diduga telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, melibatkan puluhan kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Takalar. Akibatnya, alokasi dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan menjadi berkurang signifikan. Beberapa kepala sekolah mengaku terpaksa memotong anggaran untuk pengadaan alat belajar, renovasi, hingga kegiatan ekstrakurikuler demi memenuhi permintaan tersebut. Banyak sekolah sudah di bongkar tapi tidak di kerjakan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, belum sempat dikonfirmasi saat ingin dimintai keterangannya, mengaku belum mengetahui detail kasus ini. “Kami akan memeriksa laporan tersebut dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap kebenarannya,” ujarnya. Namun, berbagai pihak mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas karena menyangkut hak ribuan siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Kasus ini telah menarik perhatian publik dan memicu kecaman luas. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas Mister X dan siapa pun yang terlibat. Penyelidikan tengah berlangsung, dengan rekaman dan bukti lainnya diharapkan mampu mengungkap aktor utama di balik dugaan korupsi yang mencederai dunia pendidikan ini.
Sampai berita ini tayang kami masih menunggu klarifikasi dari pihak Disdik Kabupaten Takalar, (Arsyad DS)
-Bersambung-