
Cakar Elang.id ~ Takalar, 16 Januari 2025 – Kisah memilukan kembali terulang di dunia pelayanan kesehatan. Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun bernama Rania harus berjuang melawan maut setelah diduga mendapat penolakan pelayanan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga. Kondisi Rania yang lemas tak berdaya justru mendapat pertolongan terakhir di Rumah Sakit Maryam, Takalar.
Kejadian ini bermula ketika Rania, yang mengalami gejala serius dan membutuhkan penanganan medis segera, dibawa keluarganya ke RSUD Padjonga. Namun, alih-alih menerima perawatan yang memadai, pihak rumah sakit diduga menolak memberikan pelayanan dengan alasan administratif yang belum jelas. Dalam keadaan panik, keluarga kemudian membawa Rania ke RS Maryam, di mana ia langsung mendapatkan tindakan medis intensif yang berhasil menyelamatkan nyawanya.
“Anak kami lemas, sulit bernapas, tapi mereka (RSUD Padjonga) malah mempersulit kami. Padahal ini soal nyawa,” ujar ayah Rania dengan suara penuh emosi.
Kasus ini menimbulkan sorotan tajam terhadap pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Banyak pihak mengecam tindakan RSUD Padjonga yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip kemanusiaan. Di sisi lain, RS Maryam mendapat apresiasi karena bergerak cepat menyelamatkan Rania.
Kepala Dinas Kesehatan Takalar diminta memberikan klarifikasi atas insiden ini. Publik juga mendesak pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan dapat diakses tanpa diskriminasi, terutama dalam situasi darurat.
Kejadian ini menjadi pengingat serius bahwa akses layanan kesehatan adalah hak fundamental setiap warga negara. “Jangan sampai nyawa rakyat kecil dipermainkan hanya karena alasan sepele,” tegas seorang aktivis setempat.
Hingga berita ini diturunkan, Rania kini masih menjalani perawatan di RS Maryam dengan kondisi yang perlahan membaik. Namun, trauma keluarga dan publik terhadap sistem kesehatan yang tidak berpihak pada rakyat kecil akan terus menjadi isu yang layak diperjuangkan.
Penulis : Arsyad Sijaya
Editor : Herniaty AS.
www.cakarelang.id