
Cakar Elang id ~ Takalar – Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh pemberitaan yang tidak sesuai fakta terkait dugaan penolakan pasien oleh sebuah rumah sakit yang menjadi viral. Informasi ini dipicu oleh oknum wartawan yang tidak sabaran yang menunjukkan situasi tegang di rumah sakit, yang disebut-sebut terjadi akibat meningkatnya Pesien sehingga perawat di IGD kewalahan.
Dalam keterangan perawat tersebut, seorang perawat terlihat menjelaskan bahwa pasien baru di observasi dan ditangani, namun keluarganya tidak sabar dan langsung membawa ke Rumah Sakit Maryam, padatnya juga pasien di ruangan IGD yang menjadi penyebab utama keterlambatan penanganan pasien. 18/01/2025
Pihak rumah sakit ingin memberikan klarifikasi atas kejadian ini. Direktur rumah sakit menyatakan bahwa tidak ada niat atau kebijakan untuk menolak pasien, terutama pasien gawat darurat. “Kami berkomitmen melayani semua pasien tanpa memandang status kepesertaan mereka di BPJS. Namun, dalam kasus ini, terjadi kesalahpahaman terkait implementasi sistem baru BPJS yang lebih ketat, yang memang membutuhkan waktu adaptasi,” ujar Direktur rumah sakit.
perubahan cuaca akhir akhir ini mengakibatkan bertambahnya pasien di semua rah sakit, dimana keluarga pasien harus sabar jika para nakes sudah mengbil tindaka sebagai bentuk pelayanan, nakes juga orang biasa yang terkadang jiwanya lelah sehingga perlu dipahami bahwa pelayan di rumah sakit padjongan sudah maksimal dan tidak pernah ada pasien yang di tolak ujarnya,
prosedur administratif yang dirancang untuk memastikan akurasi data dan efisiensi layanan. Namun, perubahan ini memerlukan penyesuaian dari berbagai pihak, baik rumah sakit, tenaga kesehatan Dalam kasus viral tersebut, perawat yang bertugas tengah berusaha menjelaskan situasi kepada pihak keluarga pasien, namun komunikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya,dan langsung keluarga pasien membawa kerumah sakit Maryam sehingga menimbulkan persepsi negatif.
Pihak rumah sakit mengakui bahwa ada kelemahan dalam komunikasi yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, langkah pembenahan segera dilakukan, termasuk memberikan pelatihan tambahan kepada tenaga kesehatan tentang komunikasi yang lebih baik dengan pasien dan keluarga. “Kami juga telah berdiskusi dengan pihak BPJS untuk menyelaraskan prosedur agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Direktur.
Melalui rilis ini, pihak rumah sakit meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menarik kesimpulan tanpa mengetahui informasi yang lengkap. “Kami menghargai kritik dan masukan dari masyarakat, karena ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” tutup Direktur rumah sakit.
Penulis : Arsyad Sijaya
Editor : Herniaty. As.