
Cakar Elang.id ~ ibuGowa, 28 November 2024 – Pilkada Kabupaten Gowa kali ini bukan hanya diwarnai dengan persaingan antar calon, tetapi juga muncul fenomena yang mengundang perhatian publik terkait perilaku tim sukses. Beberapa laporan dari masyarakat menyebutkan adanya kejadian di mana bantuan atau barang yang seharusnya disalurkan ke warga justru diduga di sunat oleh tim sus yang ada di dusun, ada 6 timdus yang “mampir” di posko induk ambil paket dan tidak pernah sampai kepada penerima yang berhak.
Menurut informasi yang beredar, sejumlah anggota tim sukses terlihat mengambil barang dari posko induk, seperti sembako atau alat kampanye, namun tidak membagikannya ke masyarakat sepunuhnya bahkan ada yang tidak membagi kepada warga lain hanya di bagikan kepada keluarganya saja. Praktik ini mencerminkan dan menciptakan istilah baru di kalangan warga, yakni “makan sendiri”, yang menggambarkan perilaku mementingkan diri sendiri dibandingkan tujuan utama membantu masyarakat setempat.
Salah satu warga Gowa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewa. Saat ditemui tim investigasi “Cakar Elang“ Kami sudah berharap banyak karena dijanjikan bantuan, tapi sampai sekarang tidak ada yang sampai ke tangan kami. Padahal kami tahu barang-barang itu ada di posko,” ujarnya.
Pengamat politik Rumah Coffee,, menilai kejadian seperti ini bisa menjadi bumerang bagi para calon yang diusung tim sukses tersebut. “Jika kepercayaan masyarakat terus terkikis akibat ulah tim sukses, bukan tidak mungkin hasil pilkada akan terganggu. Calon yang diharapkan mendatangkan perubahan justru kehilangan simpati,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan tim sukses dari salah satu calon kepala daerah, ketika dikonfirmasi, membantah tudingan ini. Mereka menyatakan bahwa semua barang yang diambil sudah didistribusikan sesuai rencana. Namun, warga tetap mendesak agar dilakukan audit transparan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada penerima.
Karena ada satu timdus kecewa setelah mendatangi posko induk untuk meminta apa yang di janjikan sesuai KK yang di setor, namun jawaban tak terduga dari posko induk bahwa, beberapa teman lain dari timdus datang dan sudah mengambil dan bukan sedikit jumlahnya ujar anggota posko induk salah satu calon Bupati.
Fenomena ini menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan pilkada. Selain memikirkan strategi untuk memenangkan suara, para calon diharapkan mampu memastikan tim sukses mereka bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab, sehingga aspirasi masyarakat dapat terwujud tanpa dikorbankan oleh praktik yang tidak etis.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap isu ini, masyarakat Gowa kini menantikan tanggapan tegas dari para calon kepala daerah untuk menyelesaikan masalah ini. Akankah kepercayaan masyarakat pulih, atau justru semakin tergerus? Hanya waktu yang akan menjawab.
Disusun oleh Tim Liputan Gowa Insight (J)