
Seorang Bocah Dijewer Karena Mengganggu Tetangga di Tengah Malam
Cakar Elang.id ~ Gowa – Kejadian unik terjadi di sebuah lingkungan permukiman di dusun Katinting Desa Tanrara pada Sabtu malam (21/3). Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 9 tahun mendapat teguran keras dari salah satu tetangganya setelah kedapatan mengoyang goyang pintu rumah dan membuat seisi rumah kaget keributan di sekitar rumah warga pada pukul 11 malam.
Bocah 9 thn tersebut mendatangi rumah “G” menggedor pintu sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah tetangga, hingga akhirnya menarik perhatian seorang warga yang merasa terganggu dimalam hari ada dugaan kelakuan si bocah ini karena di suruh…?
Menurut keterangan salah satu saksi, suasana lingkungan saat itu sudah cukup sepi. Namun, suara gaduh dari aksi sang bocah membuat beberapa penghuni rumah keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi. Salah satu tetangga yang merasa kesal karena terganggu waktu istirahatnya akhirnya menjewer telinga sang anak sebagai bentuk teguran langsung di tempat.
Orang tua bocah tersebut sempat mendatangi kantor polisi subsektor Tanrara untuk melapor setelah mengetahui anaknya menangis akibat tindakan itu. Namun pihak Polsek mengarahkan ke polres untuk melapor, tidak dilakukan mediasi oleh ketua RT setempat, pihak korban untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Kedua pihak juga diingatkan pentingnya menjaga ketertiban lingkungan, apalagi di jam-jam istirahat malam.
Ketua RT setempat mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari. Ia juga meminta warga untuk tetap menegur anak-anak dengan cara yang lebih bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Meski sempat terjadi ketegangan, suasana di lingkungan kembali kondusif. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketenangan bersama, sekaligus memperkuat komunikasi antarwarga agar tercipta rasa saling menghormati dalam bermasyarakat.
Hanya saja kepala dusun katinting desa Tanrara Bonsel Gowa dg. Sila mengatakan kasus ini jangan sampai di ketahui oleh publik apa lagi media ucapnya kepala dusun pada keluarga pelaku
(Arsyad Sijaya)