
Cakar Elang.id ~ Takalar — Seorang pasien kontrol bernama Muhammad Basir harus menelan kekecewaan setelah ditolak saat hendak menjalani pemeriksaan di RS Padjonga, Takalar. Penolakan tersebut terjadi di Loket 3, dengan alasan bahwa belum waktunya Basir melakukan kontrol, meskipun ia sudah mendaftar dan tengah kehabisan obat yang sangat dibutuhkan.
Kata KTU Andi pasangengatakan kenapa kamu yang atur atur padahal tujuannya hanya untuk di pertanyakan regulasinya.
Kejadian ini menuai reaksi keras dari para penggiat sosial yang selama ini kerap mendampingi keluarga pasien di rumah sakit tersebut. Salah seorang penggiat sosial yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa pelayanan di RS Padjonga semakin tidak profesional. “Ini bukan pertama kalinya pasien mendapatkan perlakuan yang tidak nyaman. Banyak keluarga pasien yang mengeluhkan hal serupa,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Saat ingin dikonfirmasi terkait insiden tersebut, Direktur RS Padjonga tidak berada di ruangannya. Upaya untuk meminta keterangan lebih lanjut dialihkan kepada Kepala Tata Usaha (KTU), Andi (dg Pasang.) Namun, ketika wartawan mencoba menemui Andi Pasang di lantai dua rumah sakit, ia justru meninggalkan tempat tanpa memberikan penjelasan setelah menerima pesan dari seseorang.
Tindakan meninggalkan wartawan tanpa keterangan dinilai tidak mencerminkan transparansi pelayanan publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh sebuah lembaga kesehatan. Penggiat sosial menambahkan, “Pelayanan yang tidak profesional seperti ini mencerminkan lemahnya manajemen rumah sakit dalam menangani pasien dan keluarga yang membutuhkan bantuan.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak RS Padjonga terkait insiden penolakan pasien kontrol yang kehabisan obat tersebut. Masyarakat berharap adanya perbaikan pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Redaksi : Cakar Elang.id
Penulis : Arsyad Sijaya