Berita NasionalKriminalOlahragaOtomotifpendidikPendidikanPolitik

Program Jaga Desa: Pelatihan di Hotel Mewah, Desa Tetap Terlupakan

12
Doc.

Cakar Elang.id ~ Makassar — Sebuah ironi kembali menyayat nurani masyarakat. Program Jaga Desa yang sejatinya dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan desa dari ancaman korupsi, justru digelar megah di tiga hotel berbintang di Kota Makassar. Camat-camat, pihak Kejaksaan Negeri Takalar, serta LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terlihat ikut ambil bagian dalam kegiatan yang lebih terasa elitis ketimbang menyentuh akar rumput di desa-desa miskin.

Pelatihan yang berlangsung bergantian di hotel-hotel nyaman, lengkap dengan fasilitas mewah, menjadi pemandangan kontras dengan kondisi desa yang masih bergelut dengan jalan rusak, akses air bersih terbatas, dan kesejahteraan masyarakat yang memprihatinkan. Warga mempertanyakan relevansi pelatihan di tempat semewah itu, sementara dana desa seringkali telat cair atau tak jelas arah penggunaannya.

Lebih menyedihkan, sebagian peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut bukanlah pelaksana teknis di lapangan. Banyak yang sekadar “mengisi daftar hadir”, lalu meninggalkan ruangan sebelum sesi tuntas. Bahkan ada dugaan beberapa nama fiktif turut tercatat sebagai peserta demi laporan pertanggungjawaban. Jika benar, ini bukan lagi pelatihan antikorupsi, tapi justru menjadi contoh nyata pemborosan anggaran.

Ketika desa-desa di Takalar terus berteriak karena minimnya perhatian pembangunan dan pemberdayaan, program yang mestinya membela mereka justru digelar jauh dari tempat mereka tinggal. Harapan warga agar program ini memberi solusi nyata, justru pupus oleh aroma formalitas dan pencitraan semata.

Kini publik menanti langkah nyata, bukan lagi janji-janji indah dalam ruangan ber-AC. Program Jaga Desa tak boleh berhenti di balik meja hotel dan spanduk seminar, tapi harus menyentuh langsung hati nurani dan kebutuhan masyarakat desa yang terus berharap keadilan dan keberpihakan dari negara, Sumber dana dari dana desa.

Ketua Pemantik, Rahman Suwandi,  sangat menyangkan hal ini terjadi, terlaksananya kegiatan ini belum ada perencanaan dari setiap desa, kenapa kegiatan sudah di laksanakan ada apa….? (As)