
Cakar Elang.id ~ Takalar – Dana efisiensi sebesar Rp,16 miliar yang yang lagi viral di takalar, perlu digelontorkan untuk Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar kini menjadi sorotan publik terkait plafon yang runtuh seakan tak di hiraukan oleh pemerintah daerah, Anggaran fantastis yang semestinya DLHP perlu di lirik untuk perbaikan kantor dan menopang program kebersihan, pertanahan, hingga pertamanan justru meninggalkan tanda tanya besar.
Ironisnya, kondisi fisik bangunan DLHP sendiri kini memprihatinkan: plafon runtuh, atap bocor, hingga ruang lingkup kerja yang jauh dari kata layak.
Masyarakat menilai, kondisi ini bukan sekadar soal estetika bangunan, melainkan simbol dari lemahnya pengelolaan anggaran. Bagaimana mungkin dana sebesar itu dialokasikan, sementara kantor sebagai pusat aktivitas justru tidak mencerminkan perwajahan institusi yang bertugas menjaga kebersihan dan lingkungan?
Kritik mulai bermunculan, menyebut pemerintah daerah hanya sibuk mengatur anggaran, tapi abai terhadap basis pelayanan publik yang nyata.
Bangunan yang reyot seakan menjadi cermin rapuhnya tata kelola di tubuh DLHP. Padahal, urusan lingkungan, kebersihan, pertanahan, dan pertamanan adalah wajah Takalar di mata masyarakat dan tamu daerah.
Kondisi plafon yang runtuh dan atap bocor jelas memperlihatkan ada yang tidak beres. Publik pun bertanya-tanya: apakah dana efisiensi Rp16 miliar benar-benar dimanfaatkan sesuai prioritas, atau hanya sekadar formalitas angka di atas kertas?
Situasi ini seharusnya menjadi alarm bagi Bupati Takalar. Jika dibiarkan, persoalan ini bisa merusak citra pemerintah daerah yang kerap menggaungkan efisiensi dan transparansi.
Apalagi, isu lingkungan dan kebersihan adalah urat nadi wajah kota. Kegagalan memperhatikan hal ini berarti sama saja menutup mata terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Masyarakat kini menunggu sikap tegas sang bupati. Jangan sampai anggaran miliaran rupiah hanya menjadi cerita tanpa jejak nyata, sementara plafon runtuh dan atap bocor terus menjadi tontonan.
DLHP Takalar membutuhkan perhatian khusus, bukan sekadar untuk membenahi gedung, tapi juga membenahi cara kerja agar efisiensi tidak hanya berhenti sebagai jargon, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Redaksi. : www.cakarelang.id
Editor : Arsyad Sijaya.