
Cakar Elang.id ~ BULUKUMBA – Polemik pembongkaran Pasar Kajang Kassi terus berlanjut dengan adanya dugaan ancaman pribadi yang dialami oleh salah satu keluarga pedagang di pasar tersebut. Fathir, seorang wartawan dari media Indiwarta.com, mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan suara berisi ancaman melalui WhatsApp, diduga dari oknum salah satu pengelola Pasar Inisial AS yang terlibat dalam pembongkaran pasar Kajang Kassi.
“Baru-baru ini saya menerima pesan suara dari oknum yang tampaknya tidak senang dengan pemberitaan saya mengenai pembongkaran pasar,” ungkap Fathir. Ia menjelaskan bahwa dalam rekaman tersebut, oknum tersebut merasa ditentang dan mengarah pada ancaman terhadap dirinya serta keluarganya.
Dalam pesan suara yang diterima Fathir, oknum tersebut menyebut dirinya siap menghadapi tantangan dan menyatakan tidak akan mundur dalam menghadapi situasi ini. Oknum tersebut juga menyinggung soal tuduhan dan ancaman yang dianggapnya sebagai cara yang salah dalam mencari informasi dan mencari uang.
Berikut Ungkapan Pesan Suara yang disampaikan.
“Tidak usah kita tutupi nama, Saya menerima Tantangan ta untuk melaporkan Saya kita mau datangkan kejaksaan atau kepolisian itu urusan kita, itu hak kita untuk berdemokrasi Ya silakan turun ke lapangan Apa yang terjadi Iya, ketika saya bersalah saya siap menerima karena itu sanksi nya dan saya tidak takut di Penjara. karna saya bekerja demi kebenaran, jadi silahkan turun maki kita datangkan saja siapa saja, mau datangkan Kejaksaan, datangkan Kepolisian itu hak kita, tapi untuk menyelamatkan 99 orang yang dilawan 1 orang lebih baik saya hancurkan satu orang. Bukan dihancurkan Bagaimana ini lebih baik korban satu orang daripada 99 orang, jadi yang mana benar yang mana salah barangkali begitu Bapak Fathir Salam kenal dari saya. Saya bukan preman, saya orang baik-baik tapi mungkin di mata Bapak saya preman, atau mungkin anda lebih preman daripada saya berarti kita tidak Jentelmen buat apa itu pergi melapor malah ditutupi nama. kami sudah tahu itu kwitansi sebenarnya milik pak Sapri, jangan maki, Jantelmen maki saja.. ternyata di belakangnya pak Sapri sudah tidak ada lagi yang berpihak karena sudah jadi kawan semua mi sama saya dan sudah berlombah lombah mi menelpon ke saya bahwa ia tidak terlibat, tapi Mari kita buktikan Yang mana yang salah. orang tua ta atau saya yang salah mari kita buktikan terima kasih assalamualaikum.”
Lanjut Rekaman.”Orang yang melapor dengan secara Sembunyi sembunyi bukan Jentelmen orang nya dan bagi saya itu orangnya lebih hina daripada binatang, maka nya sebelum ada laporan turun ki ke lapangan apa yang terjadi, bisa kita simpan ini dan saya rela dan berani bertanggung jawab, karena menuduh itu orang lebih hina dari pada binatang, lebih hinaki dari binatang, eee bukan kita, tapi yang melapor sama kita lebih hina, jadi yang melapor tidak benar dengan menyembunyikan identitas nya berarti lebih hina dari pada binatang, kalau ada tersinggung silahkan datang sama saya, dan saya tunggu ki satu kali 24jam eee dan selamanya saya tunggu ki. saya bukan preman, Saya ulang lagi, saya bukan preman pasar, dan saya mencari uang dengan lillahi ta’ala mungkin beda dengan orang-orang lain dengan mengancam seseorang memasukan Informasi yang tidak benar Nah itu yang salah, itu cara mencari uang yang salah, caranya mencari uang, mencari informasi juga lalu dimediakan baru itu tidak benar. Jadi kasi tau orang tua ta, saya tentang juga bersama kita anak dengan bapak. tapi ya saya tantangki di dengan undang-undang di jalur Anu… silahkan turun ke lapangan, yang mana benar Siapa yang salah, Ini tantangan saya. Saya ulangi lagi Namaku Inisial AS Terima kasih Bapak Fathir,”ungkap nya dalam Rekaman.
Lebih lanjut. Fathir menyatakan bahwa ia meminta perlindungan dari Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk mengusut tuntas masalah ini dan memastikan keamanan keluarganya. Ia menegaskan bahwa pemberitaan yang dilakukannya adalah demi kepentingan masyarakat dan bukan karena adanya kepentingan pribadi.
“Saya berharap APH dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini sebelum ada tindakan yang tidak diinginkan. Pemberitaan yang saya lakukan adalah untuk kebaikan masyarakat, bukan karena kepentingan pribadi,” tambah Fathir.
Fathir juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pembongkaran pasar, terutama terkait anggaran yang digunakan. Ia mengingatkan bahwa jika ada indikasi penyalahgunaan anggaran, maka patut dipertanyakan dan diusut oleh pihak berwenang.
“Satu hal yang saya pahami dan saya harus sampaikan biar masyarakat atau para pedagang di Kajang Kassi bisa memahami, apa lagi sudah bertahun tahun jualan. bahwa ketika Pasar berdiri pada Lahan Pemerintah yang kemudian di lakukan Penataan dengan cara membongkar Rata, maka tidak lepas anggaran yang harus digunakan adalah anggaran Pemerintah baik itu Anggaran APBD atau APBN, namun ketika diluar dari itu, maka patut di Pertanyakan jangan sampai ada Dugaan Pungli,”ucap fathir
“Saya paham berita berita yang saya muat sebelunya bukan lah sebuah bentuk Laporan dan menentukan siapa yang benar siapa yang Salah, tetapi pemberitaan tersebut adalah Dasar untuk ditindaklanjuti dan itu adalah tugas APH. Maka dari itu APH Harus turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,”tegasnya.
Dengan situasi yang semakin memanas, Fathir berharap agar APH segera bertindak untuk menyelesaikan konflik ini demi menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Pasar Kajang Kassi. (*)