Berita Nasional, Politik, Pendidikan, Olah Raga,KriminalOlahragaOtomotif

Safari Jumat dan Jumat Curhat: Membangun Kedekatan Polri dan Umat di Desa Kalenna Bontongape

11
doc.

Cakar Elang.id ~ Takalar — Dalam semangat menjalin ukhuwah dan mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat, Polres Takalar menggelar kegiatan Safari Jumat yang dirangkaikan dengan Jumat Curhat  pada Jumat, 25 Juli 2025, sekitar pukul 12.00 WITA di Masjid Nur Hikmah, Dusun Pa’jangengang, Desa Kalenna Bontongape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Takalar AKP Ahmad K., S.H., M.H didampingi Wakapolsek Galsel Ipda Amiruddin, serta sejumlah personel Binmas Polres Takalar.

Di bawah naungan atap rumah ibadah yang suci, kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah bersama warga. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi gambaran konkret bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra umat dalam membangun kehidupan sosial yang aman dan harmonis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Kalenna Bontongape, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Bhabinkamtibmas Bripka Kaharuddin, serta para personel Polsek Galesong Selatan.

Dalam sesi Jumat Curhat seusai salat, AKP Ahmad membuka ruang dialog terbuka yang hangat dan penuh kekeluargaan. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, serta harapan mereka terhadap situasi kamtibmas di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi wadah komunikasi dua arah yang efektif, di mana suara masyarakat benar-benar didengarkan dengan hati dan diserap sebagai masukan berharga.

“Polisi adalah bagian dari masyarakat, bukan di atas masyarakat. Kami hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani,” ungkap AKP Ahmad di hadapan jamaah. Ia menegaskan bahwa Polres Takalar akan terus menjadikan pendekatan humanis dan religius sebagai bagian dari pelayanan yang berpihak pada rasa aman dan tenteram warga.

Kegiatan Safari Jumat dan Jumat Curhat ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat bisa dibangun di atas fondasi spiritualitas dan kepercayaan. Di tengah tantangan zaman, dialog dan kedekatan emosional seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, demi terciptanya masyarakat yang rukun, damai, dan religius.

(Arsyad Sijaya)