Berita Nasional, Politik, Pendidikan, Olah Raga,KriminalOlahragaOtomotif

Menanti Uluran Tangan Negeri: SMPN Maradekaya Butuh Perhatian Serius Dari Kementerian Pendidikan.

13
doc.

Cakar Elang.id ~ Takalar — Di tengah semangat mencerdaskan anak bangsa, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Maradekaya yang terletak di Lingkungan Tama’Songo, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, terus berjuang mendidik generasi muda dalam keterbatasan. Sekolah yang berdiri pada tahun 2020 ini merupakan simbol harapan baru bagi masyarakat setempat. Namun, hingga kini, fasilitas pendidikan yang tersedia masih jauh dari layak. yang hanya memiliki 3 kelas belajar.

Dengan hanya tiga orang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dibantu oleh 14 guru honorer yang penuh dedikasi, SMPN Maradekaya melayani ratusan siswa yang haus ilmu. Sayangnya, perjuangan mereka terkendala oleh minimnya sarana dan prasarana. Kebutuhan mendesak seperti penambahan lima ruang kelas belajar, ruang guru, mushollah, laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, dua unit WC untuk guru, lapangan upacara, serta pengadaan komputer dan pagar sekolah masih belum terpenuhi hingga hari ini.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Di saat banyak sekolah lain sudah berbicara tentang digitalisasi dan inovasi pendidikan, SMPN Maradekaya masih harus bergulat dengan keterbatasan ruang belajar dan fasilitas dasar. Para guru tetap mengajar dengan semangat, walau dalam kondisi serba kekurangan. Siswa-siswa datang setiap hari dengan harapan, bahwa suatu saat sekolah mereka akan berubah lebih baik.

Pemerintah daerah telah berupaya semampunya, namun permasalahan ini memerlukan intervensi langsung dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Dukungan nyata berupa pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas belajar yang layak akan sangat berarti, bukan hanya bagi SMPN Maradekaya, tapi juga bagi masa depan generasi di pelosok Indonesia.

SMPN Maradekaya adalah potret dari banyak sekolah lain di daerah yang tengah menunggu kehadiran negara secara nyata. Semoga suara ini sampai ke telinga para pengambil kebijakan, bahwa di ujung selatan Pulau Sulawesi, ada anak-anak yang ingin belajar dengan layak, dan para guru yang tidak pernah lelah menyalakan cahaya pendidikan di tengah keterbatasan. Sebab mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah slogan, melainkan janji yang harus ditepati bersama. Sementra jalan menuju sekolah sepanjang 500  meter masih tanah yang belum ada penerasan ataupun pevin blok dan jika musim hujan jalanan berlumpur bagai kubang.

reporter marhani elsa fitri