Berita NasionalKriminalOlahragaOtomotifpendidikPendidikanPolitik

Ramai Tenda Bergoyang di Bawah Pinus: Indahnya Malino yang Membungkus Luka dan Janji Manis

29
Doc.

Cakar Elang.id ~ Malino, Gowa ~ Sulawesi Selatan — Beautiful Malino, dataran tinggi yang terkenal dengan keindahannya, udara sejuknya, dan pohon pinus yang menjulang megah, sering disebut sebagai tempat pelarian romantis. Namun pada suatu sore yang mendung, keindahan itu menjadi latar sunyi dari sebuah kisah pernikahan yang tak sepenuhnya bahagia.

Tenda berhias berdiri megah di antara deretan pohon pinus yang diam. Undangan datang dengan senyum hangat, namun banyak yang pulang dengan dada yang berat. Di bawah rindangnya pepohonan pinus — tegak, tua, dan tak berkata — tenda bergoyang digelar. Namun keceriaan yang semestinya menggema di lembah terasa tertahan, seolah hutan pun turut merasakan beban emosi yang menggantung di udara.

Bisik-bisik warga menyebut adanya kisah di balik pesta Malino indah, itu janji yang tak sepenuhnya tulus, atau cinta yang tak tumbuh dengan bebas. Tatapan pasangan yang sedang mencumbui wanitanya berkaca menjadi korban nafsu yang tak tertahankan, bukan hanya karena riasan, tetapi karena sesuatu yang lebih rapuh. Sang pria kerap menunduk, dengan senyum tipis yang menyimpan tanda tanya. Gelak tawa hadir, tapi cepat sirna.

Angin yang menyapu pelan dedaunan pinus seakan membawa cerita tentang cinta yang mungkin tak akan mekar sepenuhnya. Pohon-pohon pinus berdiri sebagai saksi bisu, sebagaimana mereka berdiri selama puluhan tahun — menyaksikan banyak pesta yang menjadikannya saksi bisu, baik yang penuh tawa maupun yang sarat luka.

Hari itu, Malino tetap menawan. Namun keindahannya menyimpan rasa yang berbeda — keindahan yang diwarnai kerinduan, ketegaran dalam diam, dan kisah-kisah yang tak pernah selesai di bawah tenda yang bergoyang yang di akibatkan dua insan yang sedang memadu cinta kasih mereka berdua atau tertiup hembusan angin.

Redaksi : Cakar Elang.id

Penulis : Arsyad Sijaya