Berita Nasional, Politik, Pendidikan, Olah Raga,BUMNKemenkeuKriminalOlahragaOtomotif

Kisruh Media Lokal Takalar: Tagihan Menggantung, Rilis Humas Menghilang

18
Doc.

Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Kisruh dunia media di Kabupaten Takalar makin panas. Sejumlah media lokal yang selama ini menjadi corong informasi pemerintah daerah mengeluhkan tunggakan pembayaran sejak Agustus hingga September. Para pengelola media mengaku sudah berulang kali menanyakan kejelasan honor publikasi, namun jawaban yang diterima justru menggantung tanpa kepastian. Kondisi ini memicu keresahan, sebab banyak media lokal bergantung pada kerja sama publikasi dengan Pemda untuk menjaga keberlangsungan redaksi.

Isu makin melebar ketika beredar kabar bahwa Pemda Takalar kini lebih condong menggandeng media besar nasional. Nama Tribun, Detik.com, hingga Fajar Group disebut-sebut sudah resmi masuk sebagai mitra, sementara media lokal terkesan disisihkan. Situasi ini membuat tensi antarwartawan meningkat, terlebih karena media lokal merasa selama ini justru mereka yang paling aktif menyebarkan program pemerintah hingga ke pelosok desa.

Tidak hanya soal tunggakan pembayaran, kabar yang lebih mengejutkan mencuat bahwa rilis Humas Pemda Takalar kini ditiadakan. Padahal rilis humas selama ini menjadi “nyawa” bagi media lokal untuk mengakses informasi resmi. Tanpa rilis, media daerah kesulitan bersaing dengan media nasional yang memiliki jaringan kuat dan akses eksklusif. 

Beberapa awak media menyebut keputusan ini sebagai bentuk diskriminasi terhadap media kecil.

Kekecewaan semakin bertambah lantaran hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pejabat Pemda Takalar. Semua pihak terkait, baik Humas maupun pejabat tinggi, memilih diam seribu bahasa. Sementara itu, rumor di lapangan menyebut perubahan peta kerja sama media ini erat kaitannya dengan strategi “pengendalian isu” agar pemberitaan lebih terkendali di tangan media besar.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah media lokal memang sengaja dipinggirkan, atau sekadar korban dari kebijakan baru yang tidak transparan? Yang jelas, kisruh ini bukan hanya soal uang yang tak kunjung dibayarkan, tapi juga soal keberlangsungan demokrasi informasi di Takalar. Jika dibiarkan berlarut, media lokal yang selama ini menjadi ujung tombak suara rakyat bisa mati pelan-pelan di tanah sendiri.

Redaksi : cakarelang.id

Editor.    : Arsyad Sijaya