Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar saat digelar acara pelepasan dan perpisahan pegawai purna tugas serta mutasi jabatan, yang berlangsung di aula Lapas Takalar. Momen ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pengabdian, loyalitas, dan dedikasi para insan pemasyarakatan yang telah menorehkan jejak pengabdian bagi negara, khususnya dalam pembinaan warga binaan.
Acara perpisahan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghormatan institusi kepada para pegawai yang telah menyelesaikan masa baktinya maupun yang mendapat amanah baru melalui mutasi tugas. Isak haru tak terbendung saat satu per satu nama dipanggil, mengingatkan seluruh hadirin pada kerja keras, kebersamaan, serta pengorbanan yang telah dilalui bersama dalam dinamika tugas pemasyarakatan yang penuh tantangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Takalar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas pengabdian tulus para pegawai purna tugas. Ia menegaskan bahwa dedikasi yang telah diberikan tidak akan terhapus oleh waktu, melainkan menjadi bagian dari sejarah dan fondasi kuat bagi Lapas Takalar dalam memberikan pelayanan dan pembinaan yang humanis serta berintegritas.
Kepada pegawai yang menjalani mutasi, Kepala Lapas berpesan agar semangat pengabdian tetap terjaga di mana pun bertugas. Mutasi dipandang sebagai bentuk kepercayaan dan penyegaran organisasi, sekaligus kesempatan untuk membawa nilai-nilai kerja positif, pengalaman, dan semangat kebersamaan yang telah terbangun selama bertugas di Lapas Kelas IIB Takalar.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata, doa bersama, dan pelukan perpisahan yang sarat makna. Tangis haru dan senyum keikhlasan berpadu, menandai akhir sebuah perjalanan dan awal pengabdian di babak yang baru. Lapas Kelas IIB Takalar pun melepas para pegawai dengan doa terbaik, seraya berharap silaturahmi dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara akan terus terjaga, meski langkah pengabdian kini menempuh arah yang berbeda.
Editor : Arsyad Sijaya
