Berita Nasional, Politik, Pendidikan, Olah Raga,BUMNInternasionalKa-Polri, Humas PolriKemenkeuKementanKementerian AgamaKesehatanKriminalMenkumhamMenteri Kelautan

BSI Takalar Disorot: Kredit Rp193 Juta Ditebus Jadi Rp226 Juta, Cicilan 28 Bulan Disebut “Hanya Bunga”

53
Doc.

Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Kepercayaan publik terhadap Bank Syari’ah Indonesia (BSI) Cabang Takalar kini berada di ujung tanduk. Seorang nasabah mengaku mengalami perlakuan yang dinilai janggal, tidak masuk akal, dan mencederai prinsip keadilan perbankan syariah. Niat menebus kredit justru berubah menjadi luka, setelah pihak BSI bagian pelunasan menyodorkan angka pelunasan yang melonjak tajam dan sulit diterima logika sehat.

Nasabah tersebut memaparkan bahwa dirinya meminjam dana sebesar Rp193 juta dan telah menjalani masa kredit selama 28 bulan (Rp, 67,800,72,00. Namun fakta yang diterimanya sungguh mengejutkan. Saat hendak melakukan pelunasan, pihak BSI Cabang Takalar justru meminta pembayaran sebesar Rp226 juta. Angka itu lebih besar dari nilai pinjaman awal, seolah waktu, cicilan, dan kesetiaan membayar tak pernah berarti apa-apa.

Yang membuat persoalan ini semakin miris, pihak bagian pelunasan BSI Takalar disebut menyampaikan bahwa seluruh cicilan selama 28 bulan tersebut hanya dihitung sebagai pembayaran bunga. “Aneh bin ajaib,” ucap kreditur dengan nada kecewa saat dikonfirmasi tim investigasi media ini. Pernyataan tersebut sontak memantik tanda tanya besar, sebab dalam skema pembiayaan syariah, istilah bunga seharusnya tak lagi menjadi diksi yang lazim.

Praktik ini dinilai bertentangan dengan semangat transparansi dan keadilan yang selama ini menjadi wajah perbankan syariah di mata masyarakat. Jika benar cicilan bertahun-tahun tidak menyentuh pokok pembiayaan, maka publik berhak mempertanyakan: di mana letak kejujuran akad, kejelasan perhitungan, dan perlindungan terhadap nasabah? Kasus ini tak bisa dipandang sebagai kekeliruan biasa, melainkan indikasi masalah serius dalam sistem dan pengawasan internal.

Atas kejadian tersebut, pimpinan wilayah BSI Sulawesi Selatan didesak untuk turun tangan dan melakukan evaluasi total terhadap kinerja serta mekanisme pelunasan di BSI Cabang Takalar. Jangan sampai nama besar bank syariah ternoda oleh praktik yang dianggap menyimpang, merugikan, dan berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat yang selama ini berharap pada sistem keuangan yang adil dan bermartabat.

Editor : Arsyad Sijaya