
Cakar Elang.id ~ Tanrara-Gowa Masyarakat Dusun Katinting, Desa Tanrara, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, menyimpan kekecewaan mendalam atas pelaksanaan proyek jalan tani yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal bersama warga. Harapan akan akses jalan lurus yang memudahkan aktivitas pertanian perlahan pupus setelah pekerjaan dimulai, karena bentuk dan arah jalan yang dikerjakan justru melenceng dari rencana yang telah dibahas sebelumnya.
Sejumlah warga mengaku telah menyampaikan aspirasi sejak awal agar jalan tani dibangun lurus demi mempermudah mobilitas petani membawa hasil kebun dan mengangkut sarana produksi. Namun kenyataannya, jalan yang kini terbentuk berbelok dan dinilai tidak efektif, bahkan berpotensi menyulitkan penggunaan alat pertanian. Kondisi ini membuat warga merasa seolah suara mereka hanya menjadi formalitas belaka.
Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran proyek jalan tani tersebut dikerjakan tanpa dilengkapi papan informasi proyek. Hingga pekerjaan berjalan, tidak terlihat papan proyek yang menjelaskan sumber anggaran, volume pekerjaan, maupun pelaksana kegiatan. “Kami tidak tahu ini anggarannya dari mana dan berapa nilainya, tiba-tiba saja sudah dikerja,” ungkap salah seorang warga Katinting dengan nada kesal.
Yang lebih memantik tanda tanya, menurut pengakuan warga, pekerjaan jalan tani tersebut dikerjakan langsung oleh PLT Kepala Desa Tanrara. Hal ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, karena dinilai tidak lazim dan rawan menimbulkan konflik kepentingan. Warga berharap ada kejelasan peran dan transparansi agar pembangunan desa tidak meninggalkan prasangka buruk.
Kini masyarakat Dusun Katinting hanya bisa menunggu itikad baik pemerintah desa untuk memberikan penjelasan terbuka terkait perubahan rencana jalan tani dan pelaksanaan proyek tersebut. Mereka berharap pembangunan desa tidak lagi “membelokkan” harapan petani, melainkan benar-benar berjalan lurus sesuai kesepakatan dan kepentingan bersama.
Setelah PLT Desa Tanranra dikonfirmasi melalui telepon WA-nya, mengatakan “saya sudah minta maaf dengan warga dan jika ada warga yang keberatan temui saja saya ungkapnya di balik telepon genggamnya, biayanya juga disampaikan bahwa nilainya -+169 …juta dan tanpa papan proyek sehingga sumber dananya tidak jelas, warga hanya bertanya tanya dalam hari, lanjut dikatakan PLT desa nanti akan di pasang prasastinya setelah pekerjaan selesai ungkapnya di balik telepon wa-nya.
Editor : Arsyad Sijaya