
Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Menanggapi polemik pemecatan imam di Kelurahan Palleko yang sempat menyita perhatian publik, pihak kelurahan akhirnya menyampaikan klarifikasi secara terbuka. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serta kegaduhan di tengah masyarakat.
Lurah Palleko menegaskan bahwa keputusan yang diambil sama sekali tidak dilandasi rasa tidak hormat kepada imam yang bersangkutan. “Saya menghargai beliau sebagai sosok imam yang telah berkontribusi dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Tidak ada niat untuk merendahkan atau mengabaikan jasa beliau,” ujar ibu lurah dengan nada tenang dan penuh kehati-hatian.
Ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan di lingkungan kelurahan tentu memiliki pertimbangan administratif dan tanggung jawab kelembagaan. Namun demikian, lurah menyadari bahwa posisi imam bukan sekadar jabatan formal, melainkan memiliki nilai sosial dan spiritual yang sangat dihormati oleh masyarakat.
Lebih lanjut, lurah berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan ini secara bijak dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sepihak. Ia membuka ruang dialog dan komunikasi sebagai jalan terbaik untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah kelurahan dan para tokoh agama yang selama ini menjadi perekat kehidupan sosial warga.
Di akhir keterangannya, Lurah Palleko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap sejuk dan harmonis. “Ketenangan, persatuan, dan kebersamaan warga jauh lebih penting. Semoga persoalan ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan bermartabat,” tutupnya.
Editor : Arsyad Sijaya