Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Suasana miris menyelimuti Kelurahan Sombalabella. Kepemimpinan lurah setempat kini menjadi sorotan tajam warga, setelah sejumlah kebijakan dinilai dilakukan secara sepihak dan tanpa musyawarah. Rasa keadilan yang seharusnya menjadi fondasi pemerintahan di tingkat kelurahan justru dianggap runtuh, meninggalkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.
Puncak kekecewaan itu terjadi ketika lurah Sombalabella diduga mengganti dua kepala lingkungan tanpa adanya pelanggaran, tanpa evaluasi terbuka, dan tanpa alasan yang jelas. Kedua kepala lingkungan tersebut dikenal aktif melayani warga, namun tiba-tiba hendak dicopot secara sepihak. Keputusan itu sontak memicu tanda tanya besar dan memantik kemarahan warga yang merasa suara mereka sama sekali tidak dihargai.
Tak hanya itu, lurah juga disebut-sebut mengganti nama penerima Bantuan Pangan secara sepihak. Warga yang sebelumnya terdaftar dan memenuhi syarat justru dicoret tanpa penjelasan, sementara nama-nama baru muncul tanpa transparansi. Kebijakan ini dinilai melukai rasa keadilan sosial, terlebih bantuan pangan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat kecil.
Akibat rentetan kebijakan tersebut, sejumlah warga Kelurahan Sombalabella berencana menggelar aksi unjuk rasa pada esok hari. Aksi ini menjadi bentuk protes atas kepemimpinan lurah yang dinilai tidak adil, otoriter, dan jauh dari prinsip musyawarah mufakat. Warga secara tegas menuntut agar lurah Sombalabella dicopot dari jabatannya.
Bagi warga, aksi ini bukan sekadar demo, melainkan jeritan hati yang sudah terlalu lama dipendam. Mereka berharap pemerintah di atasnya tidak menutup mata dan segera turun tangan menyelamatkan tata kelola pemerintahan kelurahan. Sombalabella, menurut warga, butuh pemimpin yang adil, mendengar, dan mengayomi—bukan yang memimpin dengan kekuasaan tanpa nurani.
Editor : Arsyad Sijaya
( 28 ~ Desember 2025 )
