
Cakar Elang.id ~ Takalar ~ Suasana sidang paripurna DPRD Kabupaten Takalar mendadak memanas ketika sejumlah anggota dewan secara terbuka menguliti dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sorotan tajam itu tidak hanya mengarah pada dugaan penyimpangan, tetapi juga dinilai mempermalukan kepala daerah di hadapan forum resmi. Nada kekecewaan dan keprihatinan terasa kuat, mencerminkan kondisi yang dinilai jauh dari harapan masyarakat.
Dalam forum tersebut, anggota DPRD menyampaikan berbagai temuan dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat. Dugaan adanya pungli dalam proses pelayanan dan proyek infrastruktur disebut-sebut telah berlangsung cukup lama. Hal ini dinilai mencederai kepercayaan publik, terutama karena sektor PUPR merupakan salah satu wajah utama pelayanan pemerintah kepada rakyat.
Tak hanya itu, kritik juga mengarah pada kepemimpinan di lingkup pemerintahan daerah. Bupati diminta lebih peka dan tegas dalam melakukan evaluasi terhadap jajaran di bawahnya. Dalam pandangan dewan, lemahnya pengawasan internal menjadi celah yang diduga dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan praktik yang merugikan masyarakat.
Pernyataan yang cukup menyentil juga muncul ketika disinggung soal loyalitas orang-orang di sekitar bupati. Dalam sidang tersebut, disampaikan bahwa masih ada figur-figur yang dinilai lebih setia pada kepemimpinan sebelumnya. Kondisi ini dianggap berpotensi menghambat jalannya roda pemerintahan yang bersih dan berintegritas, serta memperlambat upaya pembenahan yang tengah diharapkan publik.
Situasi ini menjadi cerminan miris tentang tata kelola pemerintahan yang masih menghadapi tantangan serius. Masyarakat berharap polemik ini tidak berhenti pada perdebatan di ruang sidang, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan langkah nyata.
Transparansi, penegakan aturan, dan keberanian melakukan reformasi internal menjadi kunci agar kepercayaan publik dapat kembali dipulihkan. Satu kekonyolan yang sering terjadi belum terealisasi sudah di gembor gemborkan dengan berita, sehingga kepercayaan masyarakat menipis. Artinya asal bapak senang (ABS)
Penulis : Ulfa
Editor : Arsyad Sijaya